|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Siapa-siapa yang berketaatan mutlak, siapa-siapa yang setia dan terus bekerja tanpa pamrih, merekalah yang senantiasa berada di shaf pertama.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Ukuran kesucian dan ketakwaan setiap orang memancar pada auranya masing-masing.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Orang yang tidak bisa bekerja rapi dan selalu membuat kerusakan itu karena tak terbiasa tertib iman dan tertib perilaku. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Seberat-beratnya pengakuan, tak ada orang yang berani mengaku hakimnya Tuhan, mengadili semua makhluk, yang mengemukakan fatwa-fatwa Tuhan. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Jangan berkata-kata selain yang baik saja agar yang terjadi hanya yang baik saja. Jangan berpikir yang buruk agar tak terjadi sesuatu yang buruk.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Jangan mengegokan kebenaran, padahal kau berdusta. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Adakah kamu menjadi sebuah kebenaran yang pelik sementara kau harus menjaga dirimu dari kesalahan sekecil apapun? |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kalau menjadi orang yang benar, jangan takut bersalah. Orang yang takut bersalah, niscaya selalu benar. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kecerobohan selalu menghasilkan kesalahan. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kalau kau selalu melihat kesalahan, tak terlihat di dalamnya ada kebenaran.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kalau kau tak mau disalahkan, jangan bersikeras dengan pembenaran-pembenaran.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Bila orang sering berbahagia sebahagia di Surga, suatu yang sangat diinginkan yang selalu terpenuhi tak lagi mengasyikkan, biasa-biasa saja. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Bila semua orang itu was-was, khawatir; itulah kejadian Neraka. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kongkritnya, segala sesuatu itu sudah di dalam ketetapan Tuhan. Dan ketetapan Tuhan itu telah kuberitahukan kepadamu secara global. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Ketika kalian suci, tak ada aral yang harus diperhitungkan lagi. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Peringatan yang keras dengan ucapan yang lembut, itulah yang terbaik untuk menegur sebuah kesalahan. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Jangan memilih dan jangan menghindar sebuah tugas karena apa yang tidak kau sukai niscaya itu yang kuujikan. Percayalah. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Tiadalah ada kesedihan, tiadalah ada ketakutan kalau kau berani dan jujur. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kalau kau ingin membalas budi terhadap seseorang, balaslah atas hal-hal yang dibutuhkannya.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Bila ada kesalahan yang tak disadari, bila ada tugas yang ditakuti, hanya itu yang akan membuatmu menderita. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kalau kau berani menjalankan tugasmu, bersedia menempuh bahaya, kau tentu dibalas Allah dengan rahmat-Nya.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Bila kebenaran itu berasal dari kebenaran hakiki, mana mungkin dapat ditenggelamkan dengan dalil-dalil yang lain.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Sebuah penjeraan dapat menghasilkan kesucian. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Menjadilah lebih mudah menyatakan rasa syukur kepada Tuhan. Yang sulit adalah menjaga kesucian.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Perjuanganmu tak akan menyebabkan ada yang memicu pelatuk atau mengacungkan pedang yang berdarah karena tujuan utama kita adalah perdamaian. Maka niscaya aku selalu punya cara damai.
Menegangkan, tapi tetap damai. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Kesucianmu yang sedang diperagakan Tuhan untuk ajaran-Nya yang turun saat ini sehingga setiap kejadian niscaya akan merupakan ajaran. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Ketika kau ikhlas dan bersemangat, demikian aku mulai memunculkan rencanaku yang sebenarnya.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Sebuah hakikat Keilahian bila dibuka; rahmatnya besar, tapi juga tulahnya berat sekali.
|
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Orang yang kerasukan itu karena tubuhnya dan jiwanya didominasi oleh makhluk gaib. |
|
|
Ditulis oleh Agus Susilo
|
|
Orang-orang yang menutup mata terhadap kebenaran yang tak bijak dalam memberi fatwa dan bahkan fatwanya menganiaya orang yang benar, maka butalah hatinya dan azab baginya adalah kebutaan. |
|