|
Ditulis oleh Andit
|
Suatu ketika, Ruhul Kudus pernah menyampaikan kepada kami dalam sapaannya bahwa Takdir Tuhan yang dibawanya di akhir zaman ini, yaitu membawa turun Kerajaan Tuhan, Surga Eden dan Mahkamah Pengadilan-Nya, tidak membutuhkan jumlah pengikut yang banyak. Ruhul Kudus dengan tegas menyatakan bahwa walaupun hanya tertinggal Bunda Lia Eden sekalipun, Takdir Tuhan ini akan tetap mendunia sebagaimana Kehendak-Nya. Karena yang terpenting bagi Tuhan dan Ruhul Kudus adalah kesucian mutlak yang dapat diraih oleh kaum Eden sebagai syarat utama untuk menurunkan Wahyu-wahyu-Nya kembali di akhir zaman ini.
|
|
|
Ditulis oleh Andit
|
Berita tentang persidangan terhadap Bunda Lia Eden tahun 2006 yang lalu cukup menjadi perhatian. Dan vonis 2 tahun penjara yang dialami Bunda Lia Eden pun turut menjadi sorotan publik. Demikian pula kebebasan beliau akhir Oktober 2007 yang lalu, juga menjadi pemberitaan dari media massa. Dan satu hal yang terlihat dari Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden adalah tidak adanya perubahan keyakinan pasca penahanan beliau di dalam penjara.
|
|
|
Ditulis oleh Andit
|
Tadi malam, Kamis, 24 Januari 2008, aku menyaksikan acara Padamu Negeri di Metro TV. Dan malam itu, tema yang diangkat adalah mengenai aliran yang dianggap sesat mengapa semakin merebak. Acara yang dipandu oleh Deddy ‘Miing’ Gumelar itu menghadirkan Usman Hamid dari Kontras dan Bapak Anton Bahrul Alam dari kepolisian. Sedangkan untuk panelnya, dihadirkan tiga kelompok. Yaitu kelompok Aliansi Kebebasan untuk Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), kelompok Mahasiswa dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum.
|
|
|
Ditulis oleh Muhammad Abdul Rachman
|
Refleksi Sebuah Pilihan Kebenaran dan Konsekuensinya  Dua minggu terakhir ini menjadi minggu-minggu yang menyedihkan bagiku.Aku harus merelakan Mas Aar (Sumardiono), Feri dan Arif terlepas dariEden. Sungguh mereka adalah sahabat dan saudara yang sangat kucintaibahkan lebih dari keluarga yang sedarah sekalipun. Sebagaimana ketikasaat Paduka Bunda menyampaikan keputusan itu kepada Mas Aar, tak adakata-kata dari mulutku yang dapat kuutarakan kepadanya karena akumemang sudah tak bisa mengucapkan apa-apa lagi. Aku lebih memilih untukberdiam termangu melihat seluruh proses itu terjadi di hadapanku.
|
|
|
Ditulis oleh YM Abdul Rachman
|
|
Tergopoh-gopoh aku merapikan beberapa pakaianku, karena tiba-tiba saja seorang penyidik polisi memerintahkan agar aku tak lagi berada di sel atas, tapi masuk ke sel bawah dengan para tahanan yang lain. Betapapun aku tak dapat menyembunyikan perasaan takutku. Karena berita yang sampai padaku, setiap ‘anak kijang’ yang baru masuk itu selalu mendapat ‘pelajaran’. Dan pukulan fisik adalah suatu hal yang biasa di dalam tahanan. Tapi aku berserah diri kepada Tuhan. Bila memang aku harus mengalami pukulan itu, niscaya itu adalah karmaku. |
|
|
Ditulis oleh YM Abdul Rachman
|
|
Sungguh indah perjalanan yang telah hamba lalui itu, Tuhan, bila kukenang kini Dahulu kurasakan sebagai kepedihan, kepedihan hati Tapi kini kurasakan itu sebagai kebahagiaan Sungguh kebahagiaan yang mungkin tak terulang Engkau-lah Tuhan yang menjadikan kepedihan, tapi di baliknya keindahan |
|
|
Ditulis oleh YM Abdul Rachman
|
|
"Katakan pada sahabatmu, janganlah marah pada-Ku bila Aku sedang mendera sahabatnya. Karena tiadalah yang Aku lakukan melainkan Aku sedang memperkenalkan kepadanya tentang dunia Kami, karena dengan cara inilah Kami dapat mengajarkannya.
Katakanlah pada sahabatmu, janganlah berkata tentang sesuatu yang tidak ada dalam pengetahuannya.”
|
|
|
Ditulis oleh YM Muhammad Abdul Rachman
|
|
Sholat sebagai Sarana agar Selalu Berada dalam Kesadaran Ilahiah
“Kalau kamu dapat masalah, maka setan itu membuat kamu fokus pada masalah itu dan kemudian kamu tidak dapat keluar dari masalah itu. Seharusnya, ketika kita mendapatkan masalah, maka kita harus menenangkan diri, rileks, tumaninah. Longgarkan semuanya menjadi nyaman, keluar dari masalah itu, kemudian datang kepada Sumber yang membuat semua itu. Dan biarlah Tuhan yang kemudian menyelesaikannya.”
Demikian Lee James menyampaikan kepada kami dalam sebuah seminar di BK Center beberapa waktu yang lalu. Dari sana, saya merenung, seandainya saja sholat lima waktu yang dilakukan umat Islam tidak menjadi semacam ritual belaka, maka sesungguhnya dia akan menjadi sarana yang sangat efektif untuk selalu berada dalam kesadaran Ilahiah.
Bayangkan, pada saat matahari baru akan terbit dan sebelum segala aktifitas itu dimulai, kita sudah datang kepada-Nya memohon Restu, Ridho serta Perlindungan-Nya untuk memulai hari. Dan pada saat kita di tengah puncak aktifitas, kita kembali menghadap kepada-Nya. Dan sebelum kita mengakhiri aktifitas, kita kembali menemui-Nya. Dan kita pun menyambut terbenamnya matahari dengan menghadap-Nya. Dan sebelum kita menutup mata untuk tidur mengakhiri hari, kita pun kembali datang kepada-Nya.
|
|
|
Ditulis oleh Lili
|
|
Akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang tak beres pada diriku. Aku mencoba menelusuri penyebab perasaanku yang tidak nyaman tersebut. Pasti ada kesalahan yang aku lakukan sehingga kini harus aku tanggung akibatnya. Ya begitulah, setelah aku memahami prinsip kausalitas, aku lebih mudah mengintrospeksi diri atas kesalahan dan akibat yang tak menyenangkan pada diriku. |
|
|
Ditulis oleh Lili
|
|
Regulasi ruh hadir dalam kehidupanku dan membuatku merasa bahagia. Bagaimana tidak? Sejak awal aku belajar pada Malaikat Jibril (dulu bernama Habib al Huda), kami selalu diiming-imingi mukjizat serumpun ilmu oleh Allah. Ilmu apa ya kiranya? Entahlah aku lebih suka diam menunggu daripada mengira-ngira ilmu apa kiranya yang akan diberikan Allah. |
|
|
Ditulis oleh Andit
|
|
Selama dua minggu ini, Paduka Bunda sibuk menulis konsep bukunya yang pada awalnya diberi judul ‘Dialog Batin tentang Keindahan’, kini judul bukunya adalah ‘Bunga dari Penjara’. Tulisan berisi pengalaman-pengalaman Paduka Bunda di dalam rutan yang dipadukan dengan konsep-konsep keindahan dan dasar-dasar merangkai bunga itu ternyata dijadikan Tuhan untuk menyampaikan Wahyu-Nya atas Tanggapan-Nya terhadap ujian yang telah dilewati oleh Paduka Bunda. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Satu hal yang sampai saat ini menjadi persoalan yang tak terhindarkan di Mahoni adalah bertumpuknya barang-barang tak terpakai, di bengkel, di lorong Al-Hira dan lantai tiga.
Banyak macam aktivitas yang terjadi di Mahoni. Dari satu jenis kegiatan saja kadang membuat rumah Mahoni ini penuh dengan barang-barang bahan baku dan peralatan. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Siapa yang tahu arah kehendak Tuhan? Jangankan manusia yang kualitas imannya pas-pasan sepertiku ini, seorang utusan Tuhan, bahkan malaikat sekalipun kadang tidak selalu tahu, bahkan senantiasa dibuat kagum oleh uniquity dari kehendak Tuhan. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Musibah, kecelakaan, bencana alam dan malapetaka, yang menimpa perseorangan maupun sekelompok orang, sering dikatakan sebagai ujian dari Tuhan bagi orang-orang yang dekat dengan-Nya. Kadang ada pula yang menganggap sebagai peringatan Tuhan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Seperti yang juga dikatakan Ebiet G. Ade, “ini bukan hukuman, hanya cambuk kecil…” |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Sejak peristiwa evakuasi paksa dan penangkapan komunitas Eden akhir 2005 yang lalu, ada beberapa ribu email yang masuk, sebagian besarnya adalah hujatan, sumpah serapah, kemarahan dan lain-lain. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Pada beberapa kesempatan di persidangan terhadap YM. Abdul Rachman disebutkan bahwa untuk memahami secara lebih mudah apa-apa yang terjadi di komunitas Eden, orang harus menempatkannya sejajar dengan agama-agama lain. Keberadaan Eden saat ini tidak terlepas dari keberlanjutan sejarah kemunculan agama-agama yang telah ada. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Entah mengapa, walaupun aku tumbuh dan berkembang di tengah tradisi agama Islam yang kental, namun hal itu tidak membuatku shock ketika aku harus menempuh jalan perennialisme, yang berarti juga melepaskan agama yang aku peluk sejak kecil itu. Mungkin karena aku sempat mengenyam pendidikan di IAIN Yogya yang lumayan liberal itu. Mungkin juga pendidikan di pesantren yang telah mengenalkanku pada berbagai perbedaan pemikiran agama. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Semua orang mendambakan kebahagiaan, bahkan orang yang sudah terlihat bahagia menurut orang lain pun, juga masih menginginkan kebahagiaan. Bekerja keas, banting tulang, peras keringat, semua dilakukan demi kebahagiaan. Kebahagiaan materi, kebahagiaan jasmani, kebahagiaan ruhani. Tak bisa dipungkiri, semua orang berupaya untuk meraihnya. Bahkan Tuhan pun juga menginginkan agar umat manusia bahagia, demikian kata Paulo Coelho dalam sebuah novelnya “Di Tepi Sungai Piedra…” |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Beberapa saat saya sempat tertegun membaca pertanyaan-pertanyaan sdri Elfa di milis diskusi Eden
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
. Alangkah benarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut. Walaupun Mas Aar telah menjawabnya dengan lihai, tetap saja bagi kalangan non-Eden pertanyaan-pertanyaan tentang inkonsistensi pernyataan-pernyataan dari Eden tersebut merupakan kenyataan yang tak terbantahkan. |
|
|
Ditulis oleh Lili
|
|
Hari ini (23 Juni 2006) adalah sidang Paduka Bunda yang ke-17. Pada persidangan ini Jaksa akan membacakan rencana tuntutan kepada Paduka Bunda. Setelah membacakan dakwaan dan pembuktian, jaksa menuntut lima tahun hukuman penjara pada Paduka Bunda. Menanggapi tuntutan tersebut, turun Firman Tuhan yang disampaikan Paduka Bunda yang isinya penghapusan agama Islam. |
|
|
Ditulis oleh Iqbal
|
|
Orang bilang, kalau kita mau jadi anak baik, cari teman juga harus yang anak baik-baik, kalau kita mau pinter juga harus cari temen pergaulan yang pinter-pinter, atau kalau kita mau jadi orang yang beruntung maka kita juga harus berteman sama orang-orang beruntung. Terus..., pertanyaannya bagaimana kita tahu orang beruntung? Orang beruntung itu kan tak bisa dideteksi ? |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Kemaha-adilan Tuhan niscaya terlaksana di dunia nyata ini hingga mencapai ke detil-detilnya. Hingga dalam masalah meniupkan sebilah ruh manusia ke dalam janin yang sedang dikandung seorang ibu, pun Tuhan Maha Adil. Bila kedua orang tuanya biasa-biasa saja, pastilah Tuhan meniupkan ruh manusia yang kualitasnya biasa-biasa saja pula. Namun bila ayah-bundanya adalah seorang hamba Tuhan yang senantiasa mensucikan dirinya, pastilah Tuhan meniupkan ruh suci ke dalam janin yang dikandungnya itu, yang kesuciannya setara dengan kesucian ayah-bundanya. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Di dalam Al Quran, ada janji Tuhan yang menyebutkan bahwa di Surga, manusia-manusia yang berhasil mencapainya akan diberikan pasangan-pasangan suci yang tak tersentuh oleh manusia maupun jin. Di Eden, Malaikat Jibril memperkenalkan bahwa malaikat ataupun bidadari bisa saja menjadi pasangan manusia selagi ia masih hidup asalkan kesuciannya dan pengabdiannya kepada Tuhan murni dan sejati. |
|
|
Ditulis oleh Arif
|
|
Rasanya janggal bila saya mengemukakan hikmah-hikmah tentang kedermawanan. Pasalnya, kedermawanan saya sama sekali belum teruji. Maklumlah, saya ini kan cuma orang kampung yang tak punya apa-apa. Datang ke Jakarta hanya bermodalkan niat dan tekad. Jadi ceritanya, saya ini di kalangan komunitas Eden termasuk dhuafa. Tak ada sepeser pun yang bisa didermakan. |
|