0

 

welcome home angels




Selamat Datang - YM Muhammad Abdul Rachman        Kidung Eden

 


Milis Salamullah-Info

Refleksi
Menanti Kebulatan Tekad Teman-teman demi Sempurnanya Persyaratan Tuhan untuk Kerajaan Eden
Ditulis oleh Andit   
Kesedihan masih terasa semenjak turunnya Perintah Tuhan yang memerintahkan agar teman-teman yang tidak memenuhi Jadwal Tuhan untuk menginap di Eden selama proses pengerjaan risalah terbaru tidak usah kembali ke Eden. Mereka dianggap telah mencemari sumpahnya sendiri dan biarlah Kerajaan Eden dilanjutkan oleh mereka-mereka yang tertinggal.

Namun hari ini (26/8), Tuhan melalui Ruhul Kudus memberikan sebuah petunjuk baru kepada teman-teman yang saat ini harus berada di luar,
 
Hari yang Dinubuahkan Itu Pun Tiba...
Ditulis oleh Andit   
Suatu ketika, Ruhul Kudus pernah menyampaikan kepada kami dalam sapaannya bahwa Takdir Tuhan yang dibawanya di akhir zaman ini, yaitu membawa turun Kerajaan Tuhan, Surga Eden dan Mahkamah Pengadilan-Nya, tidak membutuhkan jumlah pengikut yang banyak. Ruhul Kudus dengan tegas menyatakan bahwa walaupun hanya tertinggal Bunda Lia Eden sekalipun, Takdir Tuhan ini akan tetap mendunia sebagaimana Kehendak-Nya. Karena yang terpenting bagi Tuhan dan Ruhul Kudus adalah kesucian mutlak yang dapat diraih oleh kaum Eden sebagai syarat utama untuk menurunkan Wahyu-wahyu-Nya kembali di akhir zaman ini.

 
Keteguhan Iman Bunda Lia Eden sebagai Inspirasi
Ditulis oleh Andit   
Berita tentang persidangan terhadap Bunda Lia Eden tahun 2006 yang lalu cukup menjadi perhatian. Dan vonis 2 tahun penjara yang dialami Bunda Lia Eden pun turut menjadi sorotan publik. Demikian pula kebebasan beliau akhir Oktober 2007 yang lalu, juga menjadi pemberitaan dari media massa. Dan satu hal yang terlihat dari Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden adalah tidak adanya perubahan keyakinan pasca penahanan beliau di dalam penjara.

 
Merasa Resah dan Terganggu dengan Keyakinan Orang Lain
Ditulis oleh Andit   
Tadi malam, Kamis, 24 Januari 2008, aku menyaksikan acara Padamu Negeri di Metro TV. Dan malam itu, tema yang diangkat adalah mengenai aliran yang dianggap sesat mengapa semakin merebak. Acara yang dipandu oleh Deddy ‘Miing’ Gumelar itu menghadirkan Usman Hamid dari Kontras dan Bapak Anton Bahrul Alam dari kepolisian. Sedangkan untuk panelnya, dihadirkan tiga kelompok. Yaitu kelompok Aliansi Kebebasan untuk Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), kelompok Mahasiswa dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum.
 
Sebuah Pilihan Kebenaran dan Konsekuensinya
Ditulis oleh Muhammad Abdul Rachman   
Refleksi
Sebuah Pilihan Kebenaran dan Konsekuensinya

Dua minggu terakhir ini menjadi minggu-minggu yang menyedihkan bagiku.Aku harus merelakan Mas Aar (Sumardiono), Feri dan Arif terlepas dariEden. Sungguh mereka adalah sahabat dan saudara yang sangat kucintaibahkan lebih dari keluarga yang sedarah sekalipun. Sebagaimana ketikasaat Paduka Bunda menyampaikan keputusan itu kepada Mas Aar, tak adakata-kata dari mulutku yang dapat kuutarakan kepadanya karena akumemang sudah tak bisa mengucapkan apa-apa lagi. Aku lebih memilih untukberdiam termangu melihat seluruh proses itu terjadi di hadapanku.
 
 
Sepenggal Kisah di Penjara: Semua Adalah Saudaraku
Ditulis oleh YM Abdul Rachman   
Tergopoh-gopoh aku merapikan beberapa pakaianku, karena tiba-tiba saja seorang penyidik polisi memerintahkan agar aku tak lagi berada di sel atas, tapi masuk ke sel bawah dengan para tahanan yang lain. Betapapun aku tak dapat menyembunyikan perasaan takutku. Karena berita yang sampai padaku, setiap ‘anak kijang’ yang baru masuk itu selalu mendapat ‘pelajaran’. Dan pukulan fisik adalah suatu hal yang biasa di dalam tahanan. Tapi aku berserah diri kepada Tuhan. Bila memang aku harus mengalami pukulan itu, niscaya itu adalah karmaku.
 
Sepenggal Kisah di Penjara: Dua Gadis Kecilku
Ditulis oleh YM Abdul Rachman   
Sungguh indah perjalanan yang telah hamba lalui itu, Tuhan, bila kukenang kini
Dahulu kurasakan sebagai kepedihan, kepedihan hati
Tapi kini kurasakan itu sebagai kebahagiaan
Sungguh kebahagiaan yang mungkin tak terulang
Engkau-lah Tuhan yang menjadikan kepedihan, tapi di baliknya keindahan
 
Sapaan Tuhan untuk Sahabatku
Ditulis oleh YM Abdul Rachman   
"Katakan pada sahabatmu, janganlah marah pada-Ku bila Aku sedang mendera sahabatnya. Karena tiadalah yang Aku lakukan melainkan Aku sedang memperkenalkan kepadanya tentang dunia Kami, karena dengan cara inilah Kami dapat mengajarkannya. 

Katakanlah pada sahabatmu, janganlah berkata tentang sesuatu yang tidak ada dalam pengetahuannya.”


 
Membangun Kesadaran Ilahiah
Ditulis oleh YM Muhammad Abdul Rachman   
Sholat sebagai Sarana agar Selalu Berada dalam Kesadaran Ilahiah

“Kalau kamu dapat masalah, maka setan itu membuat kamu fokus pada masalah itu dan kemudian kamu tidak dapat keluar dari masalah itu. Seharusnya, ketika kita mendapatkan masalah, maka kita harus menenangkan diri, rileks, tumaninah. Longgarkan semuanya menjadi nyaman, keluar dari masalah itu, kemudian datang kepada Sumber yang membuat semua itu. Dan biarlah Tuhan yang kemudian menyelesaikannya.”

Demikian Lee James menyampaikan kepada kami dalam sebuah seminar di BK Center beberapa waktu yang lalu. Dari sana, saya merenung, seandainya saja sholat lima waktu yang dilakukan umat Islam tidak menjadi semacam ritual belaka, maka sesungguhnya dia akan menjadi sarana yang sangat efektif untuk selalu berada dalam kesadaran Ilahiah.

Bayangkan, pada saat matahari baru akan terbit dan sebelum segala aktifitas itu dimulai, kita sudah datang kepada-Nya memohon Restu, Ridho serta Perlindungan-Nya untuk memulai hari. Dan pada saat kita di tengah puncak aktifitas, kita kembali menghadap kepada-Nya. Dan sebelum kita mengakhiri aktifitas, kita kembali menemui-Nya. Dan kita pun menyambut terbenamnya matahari dengan menghadap-Nya. Dan sebelum kita menutup mata untuk tidur mengakhiri hari, kita pun kembali datang kepada-Nya.

 
Mulutku, Karmaku
Ditulis oleh Lili   
Akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang tak beres pada diriku. Aku mencoba menelusuri penyebab perasaanku yang tidak nyaman tersebut. Pasti ada kesalahan yang aku lakukan sehingga kini harus aku tanggung akibatnya. Ya begitulah, setelah aku memahami prinsip kausalitas, aku lebih mudah mengintrospeksi diri atas kesalahan dan akibat yang tak menyenangkan pada diriku.
 
Regulasi ruh
Ditulis oleh Lili   

Regulasi ruh hadir dalam kehidupanku dan membuatku merasa bahagia. Bagaimana tidak? Sejak awal aku belajar pada Malaikat Jibril (dulu bernama Habib al Huda), kami selalu diiming-imingi mukjizat serumpun ilmu oleh Allah. Ilmu apa ya kiranya? Entahlah aku lebih suka diam menunggu daripada mengira-ngira ilmu apa kiranya yang akan diberikan Allah.

 
Wahyu Tuhan yang Tidak Tekstual
Ditulis oleh Andit   

Selama dua minggu ini, Paduka Bunda sibuk menulis konsep bukunya yang pada awalnya diberi judul ‘Dialog Batin tentang Keindahan’, kini judul bukunya adalah ‘Bunga dari Penjara’. Tulisan berisi pengalaman-pengalaman Paduka Bunda di dalam rutan yang dipadukan dengan konsep-konsep keindahan dan dasar-dasar merangkai bunga itu ternyata dijadikan Tuhan untuk menyampaikan Wahyu-Nya atas Tanggapan-Nya terhadap ujian yang telah dilewati oleh Paduka Bunda.

 
Bersih-bersiiih!!
Ditulis oleh Arif   

Satu hal yang sampai saat ini menjadi persoalan yang tak terhindarkan di Mahoni adalah bertumpuknya barang-barang tak terpakai, di bengkel, di lorong Al-Hira dan lantai tiga.

Banyak macam aktivitas yang terjadi di Mahoni. Dari satu jenis kegiatan saja kadang membuat rumah Mahoni ini penuh dengan barang-barang bahan baku dan peralatan.

 
Menjadi Utusan Tuhan
Ditulis oleh Arif   

Siapa yang tahu arah kehendak Tuhan? Jangankan manusia yang kualitas imannya pas-pasan sepertiku ini, seorang utusan Tuhan, bahkan malaikat sekalipun kadang tidak selalu tahu, bahkan senantiasa dibuat kagum oleh uniquity dari kehendak Tuhan.

 
Tentang Hukuman Tuhan
Ditulis oleh Arif   

Musibah, kecelakaan, bencana alam dan malapetaka, yang menimpa perseorangan maupun sekelompok orang, sering dikatakan sebagai ujian dari Tuhan bagi orang-orang yang dekat dengan-Nya. Kadang ada pula yang menganggap sebagai peringatan Tuhan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Seperti yang juga dikatakan Ebiet G. Ade, “ini bukan hukuman, hanya cambuk kecil…”

 
Tentang Ketidaksetujuan terhadap Eden
Ditulis oleh Arif   

Sejak peristiwa evakuasi paksa dan penangkapan komunitas Eden akhir 2005 yang lalu, ada beberapa ribu email yang masuk, sebagian besarnya adalah hujatan, sumpah serapah, kemarahan dan lain-lain.

 
Eden: Sekte, Aliran Kepercayaan atau Agama?
Ditulis oleh Arif   

Pada beberapa kesempatan di persidangan terhadap YM. Abdul Rachman disebutkan bahwa untuk memahami secara lebih mudah apa-apa yang terjadi di komunitas Eden, orang harus menempatkannya sejajar dengan agama-agama lain. Keberadaan Eden saat ini tidak terlepas dari keberlanjutan sejarah kemunculan agama-agama yang telah ada.

 
Tentang Perennialisme
Ditulis oleh Arif   

Entah mengapa, walaupun aku tumbuh dan berkembang di tengah tradisi agama Islam yang kental, namun hal itu tidak membuatku shock ketika aku harus menempuh jalan perennialisme, yang berarti juga melepaskan agama yang aku peluk sejak kecil itu. Mungkin karena aku sempat mengenyam pendidikan di IAIN Yogya yang lumayan liberal itu. Mungkin juga pendidikan di pesantren yang telah mengenalkanku pada berbagai perbedaan pemikiran agama.

 
Tentang Kebahagiaan Surgawi
Ditulis oleh Arif   

Semua orang mendambakan kebahagiaan, bahkan orang yang sudah terlihat bahagia menurut orang lain pun, juga masih menginginkan kebahagiaan. Bekerja keas, banting tulang, peras keringat, semua dilakukan demi kebahagiaan. Kebahagiaan materi, kebahagiaan jasmani, kebahagiaan ruhani. Tak bisa dipungkiri, semua orang berupaya untuk meraihnya. Bahkan Tuhan pun juga menginginkan agar umat manusia bahagia, demikian kata Paulo Coelho dalam sebuah novelnya “Di Tepi Sungai Piedra…”

 
Sebuah Refleksi dan Flashback
Ditulis oleh Arif   

Beberapa saat saya sempat tertegun membaca pertanyaan-pertanyaan sdri Elfa di milis diskusi Eden This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it . Alangkah benarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut. Walaupun Mas Aar telah menjawabnya dengan lihai, tetap saja bagi kalangan non-Eden pertanyaan-pertanyaan tentang inkonsistensi pernyataan-pernyataan dari Eden tersebut merupakan kenyataan yang tak terbantahkan.

 
Air Mata Malaikat
Ditulis oleh Lili   

Hari ini (23 Juni 2006) adalah sidang Paduka Bunda yang ke-17. Pada persidangan ini Jaksa akan membacakan rencana tuntutan kepada Paduka Bunda. Setelah membacakan dakwaan dan pembuktian, jaksa menuntut lima tahun hukuman penjara pada Paduka Bunda. Menanggapi tuntutan tersebut, turun Firman Tuhan yang disampaikan Paduka Bunda yang isinya penghapusan agama Islam.

 
Not More or Less, tapi selalu pas
Ditulis oleh Iqbal   

Orang bilang, kalau kita mau jadi anak baik, cari teman juga harus yang anak baik-baik, kalau kita mau pinter juga harus cari temen pergaulan yang pinter-pinter, atau kalau kita mau jadi orang yang beruntung maka kita juga harus berteman sama orang-orang beruntung. Terus..., pertanyaannya bagaimana kita tahu orang beruntung? Orang beruntung itu kan tak bisa dideteksi ?

 
Anak-anak di Eden
Ditulis oleh Arif   

Kemaha-adilan Tuhan niscaya terlaksana di dunia nyata ini hingga mencapai ke detil-detilnya. Hingga dalam masalah meniupkan sebilah ruh manusia ke dalam janin yang sedang dikandung seorang ibu, pun Tuhan Maha Adil. Bila kedua orang tuanya biasa-biasa saja, pastilah Tuhan meniupkan ruh manusia yang kualitasnya biasa-biasa saja pula. Namun bila ayah-bundanya adalah seorang hamba Tuhan yang senantiasa mensucikan dirinya, pastilah Tuhan meniupkan ruh suci ke dalam janin yang dikandungnya itu, yang kesuciannya setara dengan kesucian ayah-bundanya. 

 
Berkomunikasi dengan Malaikat/Bidadari
Ditulis oleh Arif   

Di dalam Al Quran, ada janji Tuhan yang menyebutkan bahwa di Surga, manusia-manusia yang berhasil mencapainya akan diberikan pasangan-pasangan suci yang tak tersentuh oleh manusia maupun jin. Di Eden, Malaikat Jibril memperkenalkan bahwa malaikat ataupun bidadari bisa saja menjadi pasangan manusia selagi ia masih hidup asalkan kesuciannya dan pengabdiannya kepada Tuhan murni dan sejati. 

 
Derma di Jalan Tuhan
Ditulis oleh Arif   

Rasanya janggal bila saya mengemukakan hikmah-hikmah tentang kedermawanan. Pasalnya, kedermawanan saya sama sekali belum teruji. Maklumlah, saya ini kan cuma orang kampung yang tak punya apa-apa. Datang ke Jakarta hanya bermodalkan niat dan tekad. Jadi ceritanya, saya ini di kalangan komunitas Eden termasuk dhuafa. Tak ada sepeser pun yang bisa didermakan. 

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 25 of 47
Eden Terbaru

         Terbaru!!   

    Puisi
    Diari
    Refleksi
    Artikel
    Cerita
    Persepsi
    Hikmah
    Quote
    Berita Eden